Rabu, 24 Agustus 2016

Cosplay Jepang vs Cosplay Barat, Apakah Ini Sekadar Masalah Rasisme?


cosplay anime



Banyak orang mengenal Jepang sebagai negara yang terkenal dengan cosplay dan anime, namun, apakah kamu tahu kalau negara tersebut sebenarnya memiliki masalah besar dengan hal tersebut. Cosplay di Jepang telah menjadi suatu sumber dari berbagai macam masalah seperti obsesi yang sangat besar terhadap suatu hobi hingga rasisme.







Baru-baru ini ada pergerakan baru di Jepang yang mendapat dukungan dari berbagai pihak di negara tersebut, dan tujuan dari gerakan tersebut adalah untuk menghentikan rasisme dari cosplayer Barat terhadap orang Asia yang telah memisahkan para penggemar anime. Gerakan ini bahkan memiliki halaman mereka sendiri yang telah menyentuh 6.2 ribu like di Facebook.



Cosplayer-Seksi-One-Piece



Dengan adanya pergerakan tersebut, bukan berarti semua cosplayer di negara tersebut merasakan hal yang sama, namun, pergerakan yang berasal dari budaya cosplay ini telah membuktikan bahwa ada suatu masalah besar yang pada saat ini sedang terjadi.
Sudah jelas cosplay di Jepang sangat berbeda jauh dengan Amerika dan Eropa. Jika kamu melihat beberapa cosplayer Barat, maka mereka akan menceritakan bagaimana cosplaying adalah suatu hal yang sangat menarik, dan ketidakmiripan dengan karakter aslinya tetap mendapatkan apresiasi dari mereka yang menyaksikannya. Namun, hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di Jepang; hampir tidak ada orang yang melakukan cosplay jika karakter yang akan mereka gunakan kostumnya tidak sesuai dengan bentuk tubuh mereka.
Hal tersebut sangat dihindari di Jepang karena jika para cosplayer melakukan tersebut mereka akan mendapat hinaan dari para penggemar animenya. Bullying adalah masalah yang sangat besar bagi komunitas cosplay di Jepang. Salah satu contoh kasus ini adalah ejekan yang diterima oleh Kanna Motoyoshi setelah dirinya tampil di TV dengan menggunakan kostum Tieria Erde dari anime Mobile Suit Gundam 00.



Cosplayer-Jepang-vs-Barat-3 Cosplay Barat Cosplay Barat



Pengalaman traumatis tersebut telah membuat Kanna kehilangan berat badannya hingga 50kg, namun, dia bukanlah satu-satunya orang yang mengalami hal ini. Berbagai kasus bullying yang berawal dari cosplay telah banyak bermunculan di Jepang dan para cosplayer menjadi semakin sulit untuk melakukan hobi mereka tanpa diejek oleh banyak orang.
Salah satu alasan mengapa cosplayer mendapat perlakuan seperti ini di Jepang adalah karena di negara tersebut cosplaying lebih dianggap sebagai bisnis daripada hobi. Cosplaying juga menjadi sumber dari berbagai masalah lain di Jepang, dan beberapa gedung serta acara besar seringkali melarang cosplayer untuk masuk kedalam tempat mereka. Cosplaying adalah sesuatu yang direncanakan karena ada dua tipe tempat yang sering digunakan: lokasi Photoshoot dan Comiket.




Lokasi photoshoot adalah tempat yang dibuat secara khusus untuk mengambil gambar. Cosplayer biasanya diminta untuk menutupi diri mereka sampai tiba di lokasi tersebut, dan para fotografernya juga membayar biaya yang cukup mahal untuk menggunakan tempat tersebut.
Comiket adalah lokasi yang jauh lebih spesifik. Cosplayer biasanya diminta diam di satu lokasi agar mereka mendapatkan kesempatan untuk difoto selama kurang lebih dua jam oleh para fotografer yang mengelilingi mereka. Dengan adanya ratusan kamera yang siap untuk mengambil gambar dari cosplayer yang bergaya di depan mereka, tidak heran jika beberapa dari foto tersebut diambil oleh fotografer dengan niat buruk.
Cosplay-Comicet-89


Mungkin semua hal ini terjadi karena Jepang terkenal dengan budaya cosplaynya. Ditambah lagi Jepang telah menjadi tuan rumah dari berbagai acara cosplay, termasuk acara World Cosplay Summit, dimana berbagai cosplayer dari seluruh dunia datang untuk menjadi yang terbaik.
Semua hal tersebut telah melahirkan sebuah budaya dimana cosplay menjadi sumber penghasilan dan lebih dari sekedar hobi, dan berbeda dari budaya Barat yang memperlihatkan cosplay sebagai suatu hobi dan tidak lebih dari itu.
Banyak orang mungkin beranggapan cosplay Barat lebih buruk daripada Jepang, dan pendapat itu mungkin benar, tapi kita tidak boleh melupakan apa saja yang terjadi dibelakang layar budaya ini.
 
source:duniaku.ne
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar